
Bulan lalu Asus menghebohkan pecinta Android di Tanah Air, dengan keluarga Zenfone. Dengan banderol berturut-turut Rp 1, 2 dan 3 juta, masing-masing Zenfone memiliki spek di atas para vendor besar untuk rentang harga yang sebanding. Ketiga perangkat ini adalah perangkat dengan prosesor Intel Atom dengan teknologi Hyper-threading yag dibalut garis besar desain yang sama persis. Setelah review Zenfone 6 dan 4, kini giliran seri menengah yang paling banyak ditunggu-tunggu: Asus Zenfone 5. Apa saja yang ada di dalam perangkat ini, sehingga ponsel ini menjadi heboh? Ini dia spek utama Asus Zenfone 5:
Dengan spek menjanjikan seperti tertera di atas, serta banderol resmi Rp. 2.099.000, tentu wajar jika banyak orang menunggu kehadiran Zenfone 5. Namun bagaimana dengan performanya di kehidupan nyata? Mari kita bahas satu-persatu keunggulan dan kelemahan Asus Zenfone serta impresi menggunakannya di bawah ini.
.
.
Paket Penjualan

.
.
Impresi Desain dan Material
Dilihat sesaat, mungkin orang tidak akan menyangka harga Asus Zenfone 5 hanya Rp. 2 juta saja. Bezel depan bagian bawah memiliki pola melingkar dan berkilau metalik, membuat desain Zenfone menjadi elegan. Sementara material casing samping dan belakang adalah material plastik dengan finishing doff, yang relatif terlihat lebih berkelas daripada plastik dengan finishing glossy.



.
Material seperti ini juga membuat grip saat menggenggam cukup baik, dibanding plastik glossy yang cepat licin jika tangan Anda berkeringat. Namun untuk warna putih seperti yang kami review, hati-hati, sebab lebih mudah terlihat jika ada kotoran menempel. Zenfone 5 cukup ergonomis saat digenggam, karena bagian belakang yang melengkung. Namun ponsel ini termasuk lebar untuk ukuran perangkat 5 inci, dengan bezel yang cukup tebal. Ini bukan masalah besar, mengingat Zenfone 5 bukan ponsel kelas atas. Kekurangan lain dari desain Zenfone 5, adalah tombol volume dan lock/power yang agak keras.



.
Casing belakang plastik tersebut bisa dibuka. Sayangnya baterai tidak removable, selain itu ada dua slot kartu micro SIM (GSM) serta slot kartu Micro SD di sisi kanan atas. Casing bisa diganti-ganti, sebagai alternatif jika Anda bosan dengan warna Zenfone yang Anda beli. Secara garis besar baik dari sisi desain dan material, ketiga Zenfone Series baik 4, 5 dan 6 memang sama saja. Inpirasinya adalah dari Asus Padfone yang keluar tahun lalu., terutama untuk bagian pola melingkar.


.
Layar merupakan salah satu jualan utama Asus Zenfone 5. Bagaimana tidak, dengan harga Rp. 2 juta, Anda dapat ponsel berlayar HD ukuran 5 inci. Layarnya pun ternyata bukan layar sembarangan. Menggunakan LCD IPS, mutu dan kualitas layar sangat bagus. Kualitas layar Zenfone 5 seakan-akan mengejek layar ponsel lain dengan harga Rp. 2 juta-an. Berkat kepadatan piksel tertinggi dibanding Zenfone lainnya (299 ppi), layar Zenfone 5 juga terlihat cukup tajam. Warnanya cerah dan memanjakan mata, namun tetap natural dan tidak over-saturated. Sudut pandangnya bagus, demikian juga dengan tingkat kontras dan kualitas warna hitam. Pendek kata, kami berani menjamin bahwa layar HD 720p milik Asus Zenfone 5 adalah yang terbaik untuk ponsel dengan harga di bawah Rp. 3 juta. Apalagi masih diperkuat dengan Corning Gorilla Glass 3, menjamin daya tahan layar terhadap goresan yang lebih baik.

.
Jika Anda kurang puas dengan layar Zenfone, masih ada aplikasi bernama Splendid, yang memungkinkan Anda untuk mengatur suhu warna (white balance) dan saturasi pada layar sesuai dengan yang Anda inginkan. Tiga poin yang dapat diubah adalah Temperature (kebiruan sampai kekuningan), Hue (kemerahan sampai kehijauan) dan Saturation (makin tinggi warna makin kuat). Saat Saturasi diubah ke titik terendah, layar menjadi hitam putih. Splendid ini bukan pengaturan dari menu Setting, melainkan sebuah aplikasi bawaan dari Zenfone Series.


.
.
.
Antar Muka dan Input Teks
Dengan bidang layar sebesar 5 inci, tentunya Asus Zenfone 5 adalah pilihan yang lebih mainstream daripada Asus Zenfone 6. Salah satu alasannya adalah lebarnya masih lebih masuk akal untuk keperluan sehari-hari pengguna yang aktif. Namun sebetulnya mengenai lebar masih bisa lebih dimaksimalkan agar ukuran bezel lebih tipis. Terus terang menggunakan Zenfone 5 (atau ponsel berlayar 5 inci pada umumnya) kurang nyaman jika menggunakan satu tangan. Bagaimana jika digunakan untuk mengetik? Ternyata pengetikkan satu tangan masih bisa dilakukan. Tidak senyaman dua tangan, tapi yang terpenting masih bisa dilakukan. Sayangnya tidak ada fitur yang mempermudah pengetikan satu tangan seperti keyboard yang dipisah dua atau keyboard yang mengecil dan ditempatkan di pinggir. Selain itu, fitur input teks pada Zenfone 5 cukup komplit. Ada fungsi swipe, serta penggunaan yang mudah untuk menambah perbendaharaan kata pada dictionary. Selain itu tentunya fitur-fitur biasa seperti Auto Capitalization, auto punctuation, auto spacing dan sebagainya. Pengaturan cepat untuk input bahasa, suara keypress, auto koreksi muncul dengan sekali klik untuk mempermudah Anda.

.
Sebagai antar muka bawaan, Asus membekali Zenfone series dengan Zen UI. Antarmuka asli buatan Asus ini memiliki desain yang memiliki karakteristik fun dan santai, dengan ikon-ikon penuh warna-warni dan flat, sesuai tren yang ada saat ini. Secara keseluruhan antarmuka Asus relatif cantik dan menyegarkan untuk ukuran smartphone Android. Di area lockscreen, seperti biasa ada informasi jam dan tanggal, schedule serta tiga akses pintas utama, yakni kamera, panggilan dan SMS. Sementara Home Screen menampilkan 4 kolom untuk ikon aplikasi, di mana Anda bisa mencubit layar ke arah dalam untuk mengatur masing-masing halaman layar Home. Di menu Recent Apps tidak ada task manager bawaan untuk manajemen RAM pada Asus Zenfone 6.


.
Menu utama bisa menampilkan seluruh aplikasi, aplikasi terunduh dan aplikasi yang sering digunakan. Selain itu, tiap ikon aplikasi bisa disembunyikan atau diberi pengamanan berupa password. Sementara tampilan bar notifikasi lebih lucu, dengan ikon-ikon Quick Settings berbentuk bundar. Ada total 12 Quick Settings beserta informasi pemilik di sini. Dari 12 ikon tersebut, Anda bisa sembunyikan beberapa sesuka Anda. Quick Setting ini cukup membantu, tapi sayangnya tampilan bundar dan flat malah terlihat agak membingungkan bagi kami, terutama untuk tiga ikon kecil di atas, yakni akses cepat ke Settings, akses pengaturan Quick Setting dan akses untuk melihat notifikasi.



.
Asus membekali Zenfone series dengan fitur yang cukup berlimpah. Seperti Do It Later, File Manager, Setup Wizard, Splendid, Super Note dan What's Next. Tapi bagaimana dengan performa Zenfone 5? Seperti yang sudah diduga, meski memang termasuk fluid dan smooth, namun terkadang ada lag wajar saat menggunakan Zenfone 5 dengan banyak aplikasi di latar belakang. Kamera juga agak lambat dalam menyimpan foto. Tapi itu semua masih dalam batas wajar, bahkan performanya lebih baik dari kebanyakan smartphone Rp. 2 juta-an.
.
.
Kamera
Asus cukup menekankan kemampuan teknologi PixelMaster buatan mereka untuk kamera pada perangkat Zenfone. Terutama dalam kondisi gelap, teknologi Low Light Mode (khusus Zenfone 5 dan 6) memungkinkan 4 piksel dirangkai menjadi 1 piksel yang lebih terang. Imbasnya, resolusi Zenfone 5 yang 8MP (3264x2448 piksel) memang berkurang menjadi sekitar 1,5MP saja (1600x900 piksel, aspek rasio pun dipaksa menjadi 16:9), namun dalam kondisi gelap tangkapan kamera diklaim jauh lebih terang dibanding resolusi penuh. Selain itu, untuk membantu pemotretan lebih baik di kondisi low-light, bukaan lensanya pun besar, yakni f/2.0. Tentu saja semuanya menjanjikan, bukan?


.
Selain mode berlogo burung hantu tersebut, masih Mode lainnya yakni Auto, Time Rewind, HDR, Panorama, Night, Selfie, Miniature, Depth of Field, Smart Remove, All Smiles, Beautifications dan GIF Animation. Juga ada berbagai fitur seperti pengaturan tingkat kecerahan, GPS, white balance, ISO, eksposur dan sebagainya. Tidak ada mode pengaturan manual seperti pada Nokia Lumia atau HTC One, yang memungkinkan Anda mengatur kecepatan shutter dan manual fokus. Secara umum penggunaan kamera pada Zenfone 5 cukup simpel dan mudah, dengan lambang-lambang yang mudah dimengerti orang awam. Anda bahkan dituntun oleh kamera, dengan merekomendasikan mode yang cocok untuk kondisi pemotretan. Pengaturan foto maupun video menjadi satu, dipisahkan dengan kategori yang jelas. Anda bisa menggunakan tombol volume sebagai shutter, atau sebagai zoom digital.
.
Hasil kamera kurang memuaskan jika Anda berharap banyak, namun untuk hampir semua kondisi kamera Zenfone 5 cukup bisa diandalkan. Warna yang dikeluarkan agak over-saturated, tapi tingkat white balance-nya bisa diterima. Dalam mode gelap, low light mode memang cukup membantu, meski tentunya noise yang dihasilkan cukup banyak. Sayangnya lampu flash terlalu terpusat pada satu titik tengah saja, jadi untuk mode pemotretan dengan jarak obyek dekat foto yang dihasilkan akan terlalu over-exposed. Ini juga terjadi di Asus Zenfone 6. Untuk melihat file foto aslinya, unduh dari tautan ini.
Auto Mode (ruangan sangat gelap):
Low Light Mode (ruangan sangat gelap):
Indoor dengan Flash:
Indoor tanpa flash:
Outdoor:
Outdoor (HDR):

.
Ada beberapa mode yang bisa digunakan untuk merekam video yakni Auto, Low Light, Miniatur dan Time Lapse untuk perekaman video. Hasil perekaman video kurang bagus, bitrate-nya pun amat rendah, 4000-an kbps, sehingga menghasilkan file sebesar 31MB untuk video berdurasi 1 menit. Videonya smooth dan tidak patah-patah, namun kurang stabil ketika Anda melakukan pergerakan. Untuk merekam video, kamera melakukan crop dari sensor, jadi hasil rekaman video tidak menggunakan keseluruhan lebar lensa pada Zenfone 5 (daya tangkap saat merekam video tidak selebar ketika mengambil foto).
.
.
Galeri Foto dan Pemutar Video
Asus menggabungkan galeri untuk foto dan video menjadi satu. Anda bisa melihat foto berdasarkan ''semua foto'', events wall (pengelompokkan foto dalam beberapa sesi pemotretan di kurun waktu yang tidak beda jauh), Albums (folder) dan people. Tentu saja Anda bisa menggabungkan beberapa akun Anda seperti Asus WebStorage, Drive, Dropbook, Facebook, Flickr, Google+ dan One Drive. Galeri bawaan Asus ini juga bisa menggunakan deteksi wajah , serta menjadikan thumbnail foto dengan wajah berada di tengah thumbnail. Salah satu fitur menarik adalah Anda bisa dengan mudah melihat detil foto / data exif dengan adanya ikon anak panah mengarah ke atas. Detil-detil fokal lensa, tingkat ISO, kecepatan rana dan bukaan apertur langsung terlihat.



.
Seperti Zenfone 6, pemutar video pada Zenfone 5 terbilang kurang maksimal. Hanya video mp4 dan mkv yang terputar (dengan resolusi 1080p), sedangkan untuk format wmv, avi dan mov tidak terbaca. Demikian juga dengan subtitle berformat .srt. Padahal dengan layar besar dan bagus, penggunaan Zenfone 6 untuk menonton film HD pasti menyenangkan. Tapi sebetulnya solusinya mudah saja, cukup instal aplikasi pemutar video pihak ketiga seperti MX Player, Mobo dan sebagainya.


.
.
Pemutar Musik
Seperti kakaknya, Zenfone 6, tampilan pemutar musik pada Zenfone 6 didominasi warna hijau cerah. Lagu-lagu yang ada dapat dikelompokkan berdasarkan Albums, Artist, Songs, Genres, Composer dan Folder. Tidak ada pengaturan efek suara dan ekualiser sama sekali pada Zenfone. Namun ada Music Mode yang menggunakan teknologi SonicMaster dari Asus. Mode yang ada antara lain Power Saving Mode, Music Mode, Movie Mode, Recording Mode, gaming Mode dan Speech Mode. Keluaran suara via loudspeaker kencang dan jernih, namun seperti selayaknya smartphone, didominasi oleh treble.

.
Konektivitas
.
Web Browser
Asus Zenfone 5 menggunakan Google Chrome sebagai mesin penjelajah dunia maya. Warna putih pada layar yang bagus dan natural membuat browsing relatif nyaman. Performa saat membuka website versi desktop dengan banyak konten masih cepat dan smooth, tapi kalau sudah banyak tab, tentu performanya akan berkurang. Ada beberapa fitur standar seperti Incognito, Share, Find, dan pengaturan-pengaturan standar seperti privasi, aksesibilitas,konten dan lain-lain.
.
.
Hasil Benchmark


.
.
Daya Tahan Baterai
*kondisi tingkat kecerahan layar 50 persen, internet aktif melalui WiFi, kartu SIM tidak aktif, akun email 1 buah aktif. Menonton video menggunakan headset, volume full
.
.
Kesimpulan
Seri Zenfone seakan ditakdirkan untuk memperingatkan vendor lain, bahwa perangkat yang bagus pun bisa diperoleh dengan harga relatif terjangkau. Zenfone 5 merupakan seri Zenfone terpopuler, karena tidak kebesaran dan kekecilan seperti saudaranya, dengan kata lain paling pas di tangan dan di kantong. Dalam hal performa pun Zenfone 5 tidaklah mengecewakan. Dari beberapa hal masih ada yang harus diperbaiki oleh Asus, seperti flash pada kamera, dan beberapa bug yang muncul. Zenfone 5 akan membuat persaingan ponsel di rentang awal harga Rp. 2 jutaan akan semakin panas, terutama dengan dua pesaingnya yang juga akan segera hadir seperti Motorola Moto G dan Xiaomi Redmi. Untuk vendor besar seperti Samsung, Sony, LG dan HTC, maaf saja, sampai saat ini belum ada produk mereka yang sebanding dengan Zenfone 5 di rentang harga awal Rp. 2 juta-an. Sayangnya distribusi Zenfone 5 tersendat dan tertunda-tunda, diharapkan Asus tetap bisa menjaga kepercayaan konsumen untuk urusan yang satu ini.
.
Kelebihan
.
Kekurangan
.
.
Parameter Penilaian
Nilai Keseluruhan: 8.56667 → 8.6
Dimulai dengan Review LG Nexus 5, kami menggunakan parameter penilaian terbaru dengan total 6 parameter. Untuk nilai yang tertera di dekat judul review adalah Nilai Keseluruhan, dibulatkan sampai 1 desimal.
Sumber : http://www.teknoup.com/review/1134/asus-zenfone-5/